Mengajarkan anak berdoa sedari dini sangat dianjurkan karena  merupakan bagian dari penanaman keyakinan dan ketaatan kepada Allah SWT. Berdoa adalah sarana terhubung, mendekatkan diri, dan mengingat Allah SWT. Sebab segala usaha yang didukung doa akan lebih afdol jika beroleh ridlo dari Sang Pencipta.

Menanamkan nilai agama bisa dilakukan dengan mengajarkan anak dengan doa sehari-hari dan doa doa pendek. Namun setiap orang tentunya mempunyai kemampuan untuk menghafal yang berbeda-beda.

Dilansir dari berita viral terbaru, cara mengajarkannya hafalan doa, sebaiknya dituntaskan dari doa satu doa lainnya. Kenalkan lebih dahulu doa-doa pendek. Penggalah per bagian atau per kumpulan kata menurut artinya. Misalnya, dalam doa ketika turun hujan berikut ini.

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Allahumma shoyyiban nafi’an.

 

Artinya: Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.

Cara mudah menghafalnya dipenggal menjadi tiga bagian seperti berikut ini:

Allahumma

Ya Allah

Shoyyiban

turunkanlah kepada kami hujan

nafi’an

hujan yang bermanfaat.

Diajarkan dengan perlahan sambil diucapkan berulang kali secara lisan dengan intonasi yang jelas. Sebelum menyampaikan perhatikan moment yang tepat misalnya saat anak-anak sedang dalam mood yang baik, saat anak tidak dalam bermain secara fisik seperti berlarian, bercanda ataupun yang lainnya

1. Tuntun dengan baik dan rutin

Orang tua merupakan guru pertama bagi tiap anak. Untuk itu membuatnya mudah menghafal kumpulan doa pendek orangtua harus memberikannya contoh secara rutin.selain itu, perlu juga untuk menuntunnya agar ia dapat melafalkan setiap semua doa dengan tepat dan nantinya juga akan membuat memori di kepalanya semakin kuat. Orang tua pun perlu mengingatkan anak untuk membaca doa-doa pilihan atau setiap kali ingin memulai kegiatan atau melakukan sesuatu. Salah satunya adalah doa ketika hujan turun.

2.  Tempelkan pengingat di setiap sudut ruangan

Cara ketiga yang dilakukan orangtua agar dapat membuat anak mampu  menghafal doa singkat dengan mudah dan cepat yaitu dengan menempelkan di setiap ruangan rumah doa yang sedang dihafal seperti doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum dan saat bangun tidur.
dengan menempelkan doa-doa tersebut, anak secara tidak langsung akan membaca tulisan yang tertera dan nantinya juga akan mempermudahnya untuk menghafal kumpulan doa doa pendek salah satunya doa ketika hujan turun.

3.  Perdengarkan doa dari rekaman

Langkah selanjutnya adalah untuk memperdengarkannya doa dari rekaman. Baik rekaman menggunakan suara orangtua maupun rekaman dari media lainnya Saat ini sudah banyak kumpulan doa yang dilafalkan melalui film animasi atau tokoh lucu. Sehingga dengan media yang menyenangkan tersebut, anak akan juga merasa senang dan tidak merasa bosan untuk belajar dan menghafalnya.Selain itu, anda juga dapat mencarinya dari video-video yang sudah banyak beredar sehingga lebih memudahkan orang tua.

4.  Biarkan sang anak untuk memimpin doa

Setelah beberapa langkah diatas dilakukan dan diterapkan pada anak, maka langkah selanjutnya adalah tugaskan sang anak untuk memimpin doa disetiap kegiatan bersama sehingga sang anak menjadi terbiasa. Meskipun pada dasarnya tidak semua doa dapat dilakukan bersama, namun setidaknya jika ada kesempatan maka berilah anak kesempatan untuk memimpin. Misalkan saja saat makan bersama biarkan anak sebagai pemimpin untuk berdoa. Selain itu anda juga dapat menilai seberapa ingat dia akan doa-doa tersebut. Sambil orangtua merecheck kembali apakah ada pengucapan yang salah saat anak membacakannya.